Jam 10.45 telpon Masjid Halmahera berdering. "Mas maaf hari ini saya tidak bisa khutbah karena masih perjalanan dari luar kota", demikian suara yang kudengar dari Prof. Dr. Abu Su'ud yang saat itu masih menjabat sebagai ketua wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. "ya pak " jawabku sambil membuka buku agenda telpon.
Kuhubungi Khotib Masjid satu demi satu, tapi nihil, semua ada jadwal. Maklum khotib Masjid Halmahera adalah para tokoh dan dosen IAIN Walisongo. Segera saya koordinasi dengan teman-teman yang mengelola Masjid. Semua bilang ada agenda. Tinggal saya sendiri, sementara waktu semakin mendekat pelaksanaan shalat Jum'at. Kucoba sekali lagi cari alternatif dan gagal.
Ya Rabby haruskah shalat jum'at Masjid Halmahera diliburkan? Tidak, tidak, dan tidak.
Untuk kali yang pertama, tiada rotan akarpun jadi, saya khutbah jum'at. Bagi pembaca mungkin hal ini sesuatu yang biasa, namun bagi saya ini merupakan pengalaman baru. Secara teori sudah lama saya pelajari, secara praktik ini yang pertama. Terbayang orang nerveous? begitulah yang saya rasakan saat itu. Segala proses terjadi dan alhamdulillah berjalan sesuai syarat dan rukunnya.
Kenangan ini tak kan terlupa, sebuah cara Allah Swt. mengajari hamba-Nya, subhanallahi wal hamdulillah walaa khaula walaa quwwata illaa billah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
JUMPA LAGI
Hari ini saya sempatkan mengunjungi blog yang pernah saya buat. Ternyata cukup lama tidak menulis di blog ini. Ingin kembali menulis, saya i...
-
Lelaki buta huruf itu tiba-tiba disuruh membaca. Bukan. Bukan disuruh. Tepatnya dipaksa. Sampai tiga kali. Dan pecahlah peristiwa itu dalam ...
-
(sumber gambar http://genggaminternet.com) Matematika itu sulit, adalah mitos. Sebelumnya mungkin ada pertanyaan, apa-apaan ini blog PAI ...
-
Di alam batin para pahlawan, pencinta dan pembelajar sejati, hidup selalu dimaknai dengan pendakian sejarah. Kita akan sampai ke puncak kala...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar